44 Faidah di 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah

44 Faidah 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah Penyusun: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid Hafizhahullahu

Berikut adalah ringkasan dari 44 faidah hari awal bulan Dzulhijjah karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid yang diterjemahkan oleh diringkas oleh tim Fenham agar mudah dipahami dengan cepat.

  1. Allah menjadikan 10 hari awal bulan Dzuhijjah itu lebih utama dibandingkan hari-hari lainnya di dunia, dan hari nahar (penyembelihan, yaitu tanggal 10 Dzulhijjah) itu adalah hari yang paling utama di dalamnya.
  2. Allah جل جلاله memiliki hari-hari dalam setahun yang penuh dengan karunia dan anugerah, diantaranya adalah 10 hari awal bulan Dzulhijjah
  3. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah itu, adalah hari-hari terbaik di dunia secara mutlak. Di dalam hadits disebutkan :
    “Tidaklah ada hari yang beramal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah melebihi 10 hari ini (yaitu 10 hari awal bulan Dzulhijjah).”
  4. Ibadah fardhu (wajib) di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini lebih utama daripada ibadah fardhu di hari lainnya, dan pahalanya lebih berlipat ganda. Demikian pula ibadah nafilah (sunnah) di dalamnya lebih utama daripada ibadah nafilah di selainnya. 
  5. Sholat di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah itu lebih utama daripada sholat di keseluruhan tahun. Demikian pula dengan puasa, membaca al-Qur’an, dzikir, doa, merendahkan diri kepada Allâh, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, membantu memenuhi kebutuhan orang lain, mengunjungi orang yang sakit, mengiringi jenazah, berbuat baik kepada tetangga, memberi makan dan amalan-amalan lainnya yang memiliki manfaat lebih, demikian seterusnya.
  6. Keutamaan beramal di 10 hari pertama Dzulhijjah itu umum mencakup siang dan malam harinya. Namun, 10 malam terakhir bulan Ramadhan itu lebih utama daripada 10 malam pertama bulan Dzulhijjah, karena di dalamnya ada malam laylatul qodar.
  7. Di dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini terhimpun sejumlah ibadah yang agung, yang tidak ada pada hari lainnya, yaitu : Haji dan udhhiyah (kurban) disamping ibadah sholat, puasa dan sedekah.
  8. Diantara keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah, Allâh جل جلاله bersumpah dengan malam-malamnya yang mulia.
  9. 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah, ia merupakan ayyâmul ma’lûmât {hari-hari yang telah ditentukan (dimaklumi)} yang penuh dengan keberkahan, yang mana Allâh جل جلاله mensyariatkan untuk menyebut nama Allâh di dalamnya atas rezeki yang dikaruniakan kepada mereka berupa hewan ternak.
  10. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini adalah bulan penutup yang dimaklumi diantara bulan-bulan haji, yang mana Allâh جل جلاله berfirman tentangnya : “Haji itu dilakukan pada bulan-bulan yang telah dimaklumi.”
  11. Diantara keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah, di dalamnya ada hari ‘Arofah, dimana pada hari inilah Allâh menyempurnakan agama-Nya dan mencukupkan nikmat-Nya kepada kaum muslimin.
  12. Diantara keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah, di dalamnya ada hari Nahar (Penyembelihan) dan hari al-Haj al-Akbar (Haji Besar), yaitu hari yang paling agung di sisi Allâh جل جلاله .
  13. Beramal shalih di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini lebih utama daripada hari-hari lainnya, karena kemuliaan waktunya dipandang dari sisi penduduk Madinah, dan kemuliaan waktu dan tempatnya ditinjau dari jamaah haji di Baitullah al-Haram (Rumah Allâh yang suci).
  14. Para ulama salaf yang shalih -semoga Allah merahmati mereka-, pada 10 hari awal Dzulhijjah ini begitu sangat bersemangat dan bersungguh-sungguh melakukan berbagai amal ketaatan. Mereka memuliakan momen ini dengan penghormatan yang paling tinggi.
  15. Hendaknya seorang muslim bersegera menggunakan 10 hari awal Dzulhijjah ini, baik siang dan malamnya, untuk beribadah dan beramal shalih, dan mengisi waktu-waktunya dengan amal ketaatan dan qurbah (mendekatkan
    diri kepada Allâh).
  16. Waspadalah dan jauhilah dari menyia-nyiakan waktu di sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah ini, seperti :
    • terlalu banyak tidur
    • ngobrol tidak jelas (qîla wa qôla)
    • menonton TV dan video (tidak bermanfaat)
    • dan sibuk dengan medsos.
    Karena momen ini adalah musim keberuntungan dan kesempatan yang takkan tergantikan.
  17. Amal yang paling utama di 10 hari awal Dzulhijjah ini adalah Haji Mabrur.
  18. Disunnahkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah ini untuk memperbanyak berdzikir kepada Allâh جل جلاله di setiap waktu dan di segala keadaan, baik saat berdiri atau duduk bahkan saat berbaring sekalipun, termasuk saat sedang berkendara atau sedang berjalan kaki.
  19. Disunnahkan juga memperbanyak tahlil, takbir dan tahmîd, sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:
    “Perbanyaklah di dalamnya tahlîl, takbir dan tahmîd.”
  20. Bertakbir bersamaan dengan tasbih, tahmid dan tahlil, adalah amal shalih yang langgeng, persemaian surga dan perkataan yang lebih dicintai Allah dan dicintai Nabi kita صلى الله عليه وسلم ,dilakukan dari semenjak terbitnya matahari.
  21. Hendaknya bagi para panutan dan kaum muslimin pada umumnya, untuk menampakkan takbir (izhhârut takbîr), baik itu di perkumpulan, pertemuan ataupun di rumahrumah. Tidak mengapa menyiarkan takbir ini dengan berbagai macam media elektronik agar dapat tersiar di berbagai penjuru wilayah.
  22. Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairoh -semoga Allâh meridhai mereka-, pernah keluar ke pasar pada 10 hari awal Dzulhijjah sambil bertakbir. Lalu manusia pun ikut bertakbir dengan cara takbir kedua sahabat ini.
  23. Sembari bertakbir di 10 hari Dzulhijjah ini, kita mengharapkan berita gembira berupa kemenangan dan pertolongan Allâh جل جلاله . Karena dengan takbirlah Khaibar dan wilayah lainnya terbuka (ditaklukkan) dan musuh-musuh dapat dikalahkan, dengan izin Allâh tentunya.
  24. Takbir itu ada dua macam :
    1. muthlaq (secara bebas)
    2. dan muqoyyad (secara terikat).
    Adapun takbir muthlaq, maka dikerjakan di seluruh 10 hari awal Dzulhijjah hingga hari terakhir hari tasyriq, dan dikerjakan di seluruh waktu, di segala keadaan dan setiap tempat, serta di setiap kondisi diperbolehkan di dalamnya
    berdzikir kepada Allâh جل جلاله ,serta seorang muslim mengeraskan dan mengangkat suaranya saat itu.
  25. Takbir muqoyyad dikerjakan selepas sholat fardhu (wajib). Pelaksanaannya dimulai dari sholat shubuh hari ‘Arofah bagi selain jamaah haji16 dan berakhir setelah Ashar pada hari ketiga hari tasyriq.
  26. Berupaya menentukan pemilihan waktu untuk takbir muthlaq dan muqoyyad sebagaimana ditunjukkan berbagai atsar yang beraneka macam dari sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para salaf.
  27. Disunnahkan berpuasa sunnah 9 hari awal Dzulhijjah atau sejumlah hari yang menurutnya mudah. Berkenaan puasa sunnah ini, ada sejumlah hadits yang
    menerangkannya dan ditetapkan pula oleh sejumlah salaf. Puasa itu sendiri adalah penggugur dosa dan perisai dari neraka dan keburukan.
  28. Puasa Arofah -bagi selain jamaah haji- adalah sunnah Nabi yang mulia dan keberuntungan yang besar. Puasa ini dapat menggugurkan dosa 2 tahun.
  29. Yang lebih utama dan lebih sempurna di dalam puasa sunnah yang spesifik (mu’ayyan), seperti puasa Arofah, hendaknya diniatkan puasa semenjak dari malam hari, agar mendapatkan pahala yang lebih sempurna tidak kurang.
  30. Hendaknya mempersiapkan isteri, anak dan orang yang berada di bawah tanggungannya (seperti pembantu) untuk mengerjakan puasa Arofah.
  31. Berusahalah untuk menenggelamkan dosa-dosamu pada hari Arofah bersamaan dengan tenggelamnya matahari di hari itu.
  32. Diantara transaksi menguntungkan di 10 hari Dzulhijjah ini adalah, mengkhatamkan al-Qur’an secara penuh, disertai dengan tadabbur dan pemahaman.
  33. Seorang muslim tidak sepatutnya hanya membatasi semangatnya untuk sholat malam di bulan Ramadhan saja, namun hendaknya ia juga bersemangat melaksanakan sholat malam di 10 hari Dzuhijjah ini. 
  34. Berusahalah anda untuk menjadi orang yang memperoleh bagian di hari-hari spesial ini.
  35. Allâh akan memberikan kesuksesan bagi pelaku sedekah, dan bersedekah di 10 hari ini tentunya lebih utama daripada hari lainnya. 
  36. Diantara amalan yang paling dicintai oleh Allâh جل جلاله adalah, memasukkan kegembiraan ke dalam hati saudara muslim, baik itu dengan cara menyambung relasi, bersedekah, atau membantu memenuhi kebutuhannya
  37. Termasuk kebajikan adalah mengunjungi keluarga orang yang sedang berhaji dan berbuat baik kepada mereka serta turut menjaga anak-anak mereka.
  38. Diantara ibadah yang paling agung di 10 hari Dzuhijjah ini adalah Sholat Ied, kemudian dilanjutkan dengan berkurban menyembelih hewan kurban. Kedua hal ini termasuk sunnah dan petunjuk Nabi.
  39. Hendaknya di sepuluh hari Dzulhijjah ini, orang yang hendak berkurban menahan diri dari mencukur rambut dan memotong kukunya. Ibadah ini dimulai dari terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Dzulqa’dah.
  40. Marilah kita jadikan 10 hari Dzulhijjah ini sebagai awal baru perjanjian kita dengan Allâh : “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada
    Allâh dengan taubat yang sebenar-benarnya. Semoga saja tuhan kalian menghapuskan dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga-Nya yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”
  41. Diantara bentuk faqih-nya seorang muslim adalah, hendaknya ia mengkombinasikan di 10 hari Dzulhijjah ini antara ibadah-ibadah yang bersifat khusus seperti dzikir dan sholat, dengan ibadah-ibadah dan amalan shalih yang bermanfaat lainnya yang dapat menambah manfaat dan ganjaran pahalanya
  42. Beramal shalih di 10 hari ini dan menjauhi kemaksiatan, dapat mendidik seorang muslim untuk mengagungkan syiar-syiar Allâh dan menjaga batasan-batasannya, yaitu 10 hari di bulan haram (suci) ini.
  43. Beramal shalih di 10 hari istimewa ini, mempersiapkan bekal di dalamnya dengan berbagai amal ketaatan dan kebaikan, dan berinvestasi di momen langka yang tidak berulang-ulang kesempatannya di dalam setahun, maka ini adalah pendidikan yang baik bagi jiwa di atas ketaatan kepada Allâh جل جلاله dan menambah keimanan.
  44. Istri dan anak-anak kita sejatinya adalah amanat di leher kita. Di dalam hadits disebutkan : “Setiap kalian ini adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya”. Maka hendaknya kita bersungguh-sungguh mendidik anak kita untuk mengagungkan 10 hari yang mulia ini, mendorong mereka untuk beramal ketaatan di dalamnya, melatih mereka dan menjelaskan keutamaannya kepada mereka sebelum masuk waktunya agar mereka bisa bersiap sedia menyambutnya. Serta hendaknya kita juga bisa menjadi sumber keteladanan bagi mereka dalam mengagungkan hari yang mulia ini.

Mari kita raih keberuntungan ini dan beramal sebelum ajal tiba…

Fenham berkolaborasi dengan Rumaysho.store – Ustadz Abduh Tuasikal menghadirkan Dzulhijjah Kit dalam rangka memudahkan Anda maksimalkan ibadah di hari-hari awal bulan Dzulhijjah.

Isi dari Dzulhijjah Kit ada beberapa item

  • Buku Amalan Awal Dzulhijjah hingga Hari Tasyrik
  • Kurma Sukkary (untuk berbuka puasa Arofah)
  • Parfum Arab non Alkohol (untuk dipakai ketika Salat Eid)
  • Kumpulan Doa yang Bisa Dibaca Pada Hari Arofah
  • Zikir Hari Arofah
  • Takbir 1-13 Dzulhijjah
  • Doa Hari Tasyrik

Semangati Diri Kita Agar Menjadi Contoh bagi Orang di Sekitar dalam Memaksimalkan Ibadah, Khususnya di Hari-Hari Awal Dzulhijjah

Miliki Dzulhijjah Kit, Pesan Melalui Tombol WA di Bawah

Fenham merupakan entitas bisnis yang berbasis di Yogyakarta, Indonesia. Produk utama Fenham adalah hadiah islami yang dikemas secara ekslusif. Fenham memiliki visi untuk menghidupkan dan menebarkan sunnah Nabi ﷺ secara elegan.